
Pertama lihat trailernya langsung penasaran karena baru kali ini ada film full yang membuat penonton berasa kayak mantengin layar leptop sendiri. Anyway film ini menceritakan tentang seorang ayah yang kehilangan putrinya, dan semuanya bermula ketika sang ayah membuka laptop milik anaknya. Disutradarai oleh Aneesh Chaganty dan diperankan oleh John Cho sebagai David Kim.
Film ini bisa banget menggiring nalar penonton untuk masuk ke dalam nalar si David Kim saat mencari keberadaan Margot, anaknya. Sebelum pelaku sebenarnya tertangkap, ada beberapa orang yang dianggap David sebagai pelaku penculikan Margot Kim. Namun, kesalahan-kesalahan David dalam menuduh itu tidak membuat penonton sempat untuk berfikir “Ah, pasti bukan ini lagi deh”. Penonton percaya saja dan mengikuti jalan pikiran logika David Kim. Penonton benar-benar dibuat masuk dan terlibat ke dalam misi pencarian Margot Kim ini. Keren!
Sutradara juga memperhatikan sekali detail-detail terkait ritme gerak tanda panah mouse dan peletakkannya, sehingga penonton tetap diarahkan mana yang harus dilihat tanpa terdistraksi dengan banyaknya windows di layar.
Penguatan karakter sang Ayah dibangun pelan dari awal cerita hingga beberapa menit sebelum ending. Dengan sangat kreatif, Pergulatan batin David Kim sebagai seorang ayah yang membesarkan sendiri anaknya setelah kematian Pam ditunjukkan melalui kepanikannya ketika Margot sulit dihubungi. Bukan hanya itu, David Kim yang selama ini merasa baik-baik saja ketika memilih untuk tidak membicarakan kematian Pam kepada Margot ternyata membuat Margot sedih dan kesepian. Fakta tentang Margot yang ternyata tidak memiliki banyak teman pun membuat David Kim tidak mengenal anaknya sebaik yang dia kira. David Kim mulai menyesal dan menyalahkan dirinya akan hilangnya Margot.
Kecil kemungkinan pelaku sebenarnya dalam film ini bias ditebak. Duuh, pengen banget spoiler sih, tapi jangan deh, biar kalian nonton sendiri aja! Ha ha ha.. Intinya, setelah tahu siapa pelaku sebenarnya, logika bias langsung terima itu, karena beberapa adegan sebelumnya yang penonton kira “Adegan biasa”, ternyata merupakan sebuah petunjuk. Benar-benar nggak ada scene maupun adegan yang tak memiliki maksud serta keterkaitan dengan cerita utamanya. Salut!!
Untuk bagian endingnya nih yang menurutku super kreatif. Kenapa? Karena film ini bergenre Thriller. As long as I know film thriller biasa menampilkan adegan yang berdarah-darah, menakutkan dan adegan-adegan menyeramkan lainnya. Namun, film ini memilihi untuk menaikkan tension melalui alur cerita yang sangat sulit untuk ditebak. Begitupun dengan ending ceritanya, nggak ada bunuh-bunuhan maupun adegan-adegan berdarah-darah. Nggak ada juga tuh adegan Margot dan David berada dalam satu frame untuk klarifikasi kejadian yang mereka berdua alami. Sutradara memilih unutk mengakhiri film dengan sebuah adegan dimana Margot dan David saling berkirim pesan via chat bahwa hubungan mereka berdua tetap baik-baik saja, dan David mulai bisa terbuka untuk membicarakan Pam kepada Margot. Nice Ending!
9/10 untuk Searching.